Aswaja
Mts Salafiyah Tegalsari
Senin 23,Februari 2026




MTS Salafiyah Tegalsari .-Suasana khidmat dan penuh ketenangan menyelimuti kegiatan ziarah yang diikuti para siswa bersama guru pendamping. Bertempat di area pemakaman yang rindang dan asri, para siswa duduk bersila membaca Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari pembiasaan amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU), ziarah kubur merupakan amaliyah yang memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Ziarah bukan untuk meminta kepada yang telah wafat, melainkan untuk mendoakan, mengingat kematian, serta meneladani kebaikan orang-orang saleh. Amaliyah seperti pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama menjadi bagian dari praktik keagamaan warga Nahdliyin yang sarat nilai spiritual dan sosial.Para siswi tampak kompak mengenakan seragam pramuka, membaca doa dengan tertib. Sementara para siswa putra duduk rapi didampingi guru, menunjukkan sikap khidmat dan disiplin. Kebersamaan ini mencerminkan nilai tawadhu’, kebersatuan, dan penghormatan kepada para pendahulu—nilai-nilai yang terus dijaga dalam tradisi NU.
Dalam salah satu momen, seorang guru memanjatkan doa di samping pusara keluarga tercinta. Taburan bunga di atas makam menjadi simbol kasih sayang dan penghormatan. Tradisi tabur bunga dalam amaliyah Nahdlatul Ulama dipahami sebagai bentuk adab dan penghormatan, bukan ritual yang bertentangan dengan syariat, melainkan bagian dari budaya yang selaras dengan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.Kegiatan ini sejalan dengan prinsip dasar NU, yaitu:
Tawasuth (moderat): Mengajarkan sikap seimbang dalam beragama.
Tasamuh (toleran): Menghargai tradisi dan budaya lokal selama tidak bertentangan dengan syariat.
Tawazun (seimbang): Menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.
I’tidal (adil dan lurus): Bersikap proporsional dalam memahami ajaran agama.
- +62 812-3152-8123
Visit Us
TEGALSARI
JL.JENDRAL SUDIRMAN NO.10,TEGALSARI,TEGALSARI BANYUWANGI
Melalui kegiatan ziarah ini, siswa tidak hanya belajar teori keagamaan di kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung amaliyah Nahdliyin dalam kehidupan nyata. Pendidikan karakter berbasis tradisi Aswaja menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ke-NU-an.Semoga kegiatan ini semakin meneguhkan identitas peserta didik sebagai generasi penerus yang menjaga tradisi ulama, mencintai amaliyah Nahdlatul Ulama, serta senantiasa mendoakan orang tua dan para pendahulu sebagai wujud bakti dan keimanan.
© Mts_Salafiyah_Tegalasari








